Pada suatu hari, hiduplah keluarga kaktus yang hidup dihiruk pikuk kehidupan ini tetapi mereka sangatlah bahagia. Mereka menjalankan hari-hari dengan senyum dan gembira, dengan mimpi dan realisasi yang harus diwujudkan bersama. Keluarga kaktus yang bikin iri banyak orang, menyayangi kaktus kecil yang imut dan cantik. Mereka jalanin kadang tawa, kadang kecewa untuk mewujudkan suatu warna warni kehidupan.
Suatu ketika terjadilah badai besar ditaman keluarga kaktus, yang membuat kaktus terbawa angin ke padang pasir yang jauh dari keluarga. Sang kaktus cantik kebingungan, bagaimana bisa menjalanin hari tanpa keluarga, menjalanin hari dilingkungan yang tidak dikenal. Sang kaktus ini berusaha bertahan dengan kejamnya padang pasir, kerasnya kehidupan disana yang susah mencari air tanpa ada yang menemanin.
Kaktus cantikpun hari pertama dia menangis sendirian sampai air matanya menguap diterik panas yang sangat menyengat. Hari selanjutnya dia jalanin dan dia mulai terbiasa dengan kerasnya siang dan dinginnya malam yang harus ia jalanin sendirian di padang pasir itu.
Sang kaktus berdoa dan berusaha dia tetap tumbuh dengan rasa takut takkan pernah dia ketemu lagi sama keluarganya. Tetapi sang kaktus mempunyai satu harapan kecil didalam lubuk hatinya paling dalam. Suatu saat dia akan menemukan kebahagiannya lagi bertemu dengan keluarganya seperti dulu kala. Disaat ia masih kecil ditemanin dengan kehangatan yang penuh dengan kebahagian.
Mengingat hal itu sang kaktus mungil berusaha keras, bangkit dan bertahan hidup di tengah tengah padang pasir yang sangat kejam itu. Dia jalanin sampai beberapa tahun dengan menahan hati yang kosong dan harapan palsu yang dikalkulasi harapan itu hanya1% kemungkinan itu akan terjadi . Sang kaktus cantik itu semakin hari semakin besar dan tumbuh menjadi remaja dewasa yang bisa menbedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Dia mempelajari lingkungan hidup dan hukum alam. Mempelajari suatu arti kehidupan, hukum sebab dan akibat yang terjadi.
Sekarang sang kaktus remaja menyadari tidak akan mungkin lagi menemukan keluarga kecil bahagia diatas taman kota. Dia hanya bisa menciptakan kebahagiannya sendiri , menciptakan suasana baru yang membuatnya dia bahagia tanpa harus mengharapkan 1% harapan yang tidak akan terjadi sampai kapanpun.
Sang kaktus beranjak dewasa, dia masih mengharapkan 1% harapan itu didalam masa kecil yang menjadi pegangan hidupnya untuk tetap hidup dan berkembang menjadi kaktus dewasa yang sukses tumbuh dan berkembang dengan lajunya zaman yang semakin aneh, zaman dunia orang dewasa dengan banyaknya perkembangan zaman.
Sang kaktus dewasa sekarang dia sadar, bahwa lingkungannya kini sudah berubah yang dulu gersang dan sangat susah air, mencari sesuap air saja sangat susah dan sekarang sudah berubah, lingkungannya menjadi banyak rumput, banyak air yang mengalir, tetapi dia tidak mampu menghapus harapan menemukan keluarga kecil yang tidak akan dia lupakan dimasa itu. Dimasa dia menjadi anak bermimpi besar, bermimpi melihat keluarganya menua dengan kesuksesannya tetapi apalah daya harapan dan cita-citanya hanyalah sebuah dongeng tidur pada zaman sekarang.
Sang kaktus dewasa sungguh malang niat……..
Semakin dewasa kau akan sadar hukum alam yang tak bisa kau rubah.
Semakin dewasa kaktus dewasa menyadari bahwa bumi ini terus berputar dan takkan kembali.
Sang kaktus berusaha, dan bermimpi 1% harapan yang tak mungkin terwujud itu hidup dalam mimpi tidurnya setiap malam.
Sang kaktus dewasa berharap sampai suatu ketika dia menemukan suatu teori yang menyatakan mimpi 1% dalam kehidupan nyata ini tidak akan pernah terjadi, tetapi sang kaktus bersikekeh dengan pendiriannya yang membuatnya bisa bertahan yang membuatnya dia kuat menjalankan suatu perubahan zaman yang seakin hari semakin aneh-aneh.
By; seyvis